Cara daftar dan pembayaran Uber dengan Kartu Debit / ATM Bank Lokal Indonesia

Saat hadir di Indonesia, Uber saat itu hanya menyediakan opsi pembayaran dengan KK, Kartu Kredit ya bukan Kartu Keluarga :mrgreen: . Namun seiring dengan berjalannya waktu Uber akhirnya juga menyediakan pembayaran dengan opsi tunai atau cash.

Mungkin untuk menjangkau lebih banyak pengguna, secara di Negeri kita ini Kartu Kredit belum menjadi alat pembayaran yang populer, selain itu juga untuk bisa bersaing dengan kompetitor yang dari awal sudah mendukung pembayaran tunai.

Tidak hanya berhenti disitu, untuk semakin meningkatkan pelayanan, beberapa minggu kemudian Uber juga menyediakan pembayaran dengan menggunakan Kartu Debit atau Kartu ATM Bank Lokal di Indonesia. Dan ini berlaku di seluruh wilayah pelayanan Uber di Indonesia, seperti Jabodetabek, Surabaya dan sekitarny, Bali dan juga Bandung.

Sayangnya, tidak semua Kartu Debit Bank Lokal didukung, sampai saat ini hanya Kartu ATM Bank Mandiri saja yang bisa digunakan. Tapi tenang, ini tidak menutup kemungkinan Kartu ATM bank lain juga bisa digunakan dengan Uber suatu saat nanti.

Yang kemungkinan bisa digunakan nantinya adalah Kartu ATM dengan logo VISA atau Mastercard seperti BRI, BNI, CIMB Niaga, Danamon, Permata, BTN, Mega dan lainnya. Jadi Kartu ATM BCA Silver (Kartu Paspor BCA) yang dipake sejuta umat bakal ga bisa dong, hehe.

Cara penggunaan Kartu ATM untuk memesan Uber tidak berbeda dengan saat kita menambahkan opsi pembayaran Kartu Kredit, yaitu dengan memasukkan nomor kartu, bulan dan tahun berlaku kartu, serta tidak lupa nomor CVV atau tiga nomor dibelakang kartu dan juga pastikan untuk memilih Indonesia bukan Africa.

Daripada membayangkan ga jelas, berikut ini saya sertakan skrinsutnya.

bayar uber kartu atm
Bayar Uber dengan Kartu Debit / Kredit

Info tambahan tentang Opsi pembayaran Uber dengan Debit

  • Saat mendaftar mungkin anda akan dikenakan biaya sekitar Rp 10.000 s.d. Rp 15.000 untuk otorisasi, dan akan dikembalikan.
  • Saat ingin mememasan, Uber juga akan mengenakan biaya otorisasi, ini untuk memastikan kartu ATM-mu ada saldonya, dan nantinya juga akan dikembalikan.
  • Melakukan cancel atau pembatalan juga akan dikenakan biaya sampai dengan Rp 30.000.
  • Jika saldo kamu mepet, misal dengan saldo di ATM sebesar 15.000, kamu mungkin bisa memesan Uber dengan fare lebih dari 15.000. Namun kamu nanti akan ditagih, dan tidak akan bisa memesan Uber lagi sebelum tagihan itu terlunasi.

Baca Juga

15 Komentar

  1. Mohon pencerahan admin kebanyakan rider yang menaikana uber black tdk pernah bayar chas money selalu bayar dgn cc atau debit terus dr akun rider, contoh Kalau ada biaya tambahan parkir sebesar Rp. 5000 itu bisa ditagih langsung ke rider atau gimana ya…?

  2. Bagaimana cara mengetahui biaya otorisasi sebesar Rp 15.000 telah dikembalikan….karena tiqp kali pesan uber selalu terdebet Rp 15.000 dan ada notifikasi…tp tdk ada notifikasi pengembaluannya

    1. Setor apaan bang? Setahu saya Uber ga ada setoran kayak yang lain, cuman minus aja. Cara ngilangin minus ya ambil order CC sama promo.

  3. Apa uber bayar pakai gopay bisa ea ? Trus kalo bisa masuknya kmna kok tadi saya narik disini gk ada tagih tunainya cuma selesaikan pekerjaan aja , trus katanya dia dah bayar , itu uangnya masuk kmna ?

    1. Beda perusahaan pak itu. Kalau tidak ada tagihan tunai itu berarti bayar pakai Kartu Kredit, Uber Credit atau Promo pak, bakal masuk ke Tabungan Bank yang ditransfer tiap minggu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *