Alternatif cara melihat fare estimate atau perkiraan tarif Uber

Perbedaan Uber dengan layanan serupa khususnya di Indonesia adalah skema tarif yang dihitung berdasarkan jarak dan waktu tempuh perjalanan. Jika dibandingkan Grabcar dan Go-Car yang bertarif fixed, skema ini terkadang memberikan keuntungan untuk rider atau penumpang karena jatuhnya bisa lebih murah, tapi kelemahan dari skema ini adalah kita tidak bisa mengetahui tarif (fare) yang harus kita bayar nantinya.

Untungnya Uber memiliki fitur untuk memperkirakan berapa biaya yang harus kita keluarkan dengan memilih menu Fare Estimate atau Dapatkan Perkiraan Tarif, kita bisa melakukannya di aplikasi Uber saat akan memesan, tapi pastikan untuk memasukkan lokasi tujuan terlebih dahulu. Kita akan diberikan perkiraan harga terendah dan harga tertinggi. (lebih…)

Cara Cek Biaya Perjalanan Uber Saat On Trip dengan Bantuan App

Banyak orang yang setuju jika memesan transportasi roda empat bisa jauh lebih mudah dan murah dengan menggunakan Uber jika dibandingkan dengan taksi konvensional. Namun dibalik semua keunggulan yang dimilikinya, masih ada satu kekurangan yang tidak terdapat di Uber namun ada di Taksi konvensional lainnya, yaitu bisa melihat argo yang kita akan bayarkan nantinya secara langsung (live). (lebih…)

Tarif Uber naik tiba-tiba, itulah Surge Pricing atau Harga Ramai

Tarif Uber dikenal dengan tarifnya yang lebih murah daripada taksi konvensional. Banyak orang yang mulai rutin menggunakannya, mulai dari pekerja kantoran sampai dengan Ibu rumah tangga. Namun tahukah kamu jika Uber juga memiliki kebijakan untuk meningkatkan tarifnya sewaktu-waktu.

Kebijakan ini dikenal sebagai Surge Pricing atau dalam Bahasa Indonesia, Uber menyebutnya sebagai Harga Ramai. Ini bisa saja terjadi di posisi kamu saat ini, sewaktu-waktu. Dan akan kamu sadari ketika ingin memesan Uber, kamu akan melihat ada logo petir kecil maka diwilayah tersebut sedang berlangsung kebijakan surge pricing. (lebih…)

Cara daftar dan menggunakan Uber di Ponsel Blackberry

Pada jamannya smartphone Blackberry sangatlah populer dan bisa disebut sebagai brand ponsel high class, harganya mahal dan tidak semua orang memilikinya. Itu dulu, sebelum ponsel dengan Android OS datang menyerang pasar Indonesia dan di seluruh dunia. Apalagi setelah Blackberry Messenger (BBM) dirilis untuk Android dan iOS, ponsel BB jadi semakin tertinggal.

Untuk bisa semakin bersaing akhirnya Blackberry kini dilengkapi dengan Blackberry 10 OS, dengan user interface yang lebih menarik dan yang penting bisa menjalankan aplikasi Android. Jika kamu masih setia dengan ponsel BB dan sering menggunakan Uber, maka ini merupakan berita yang baik buat kamu. (lebih…)